Sebanyak 10 Poin Strategis Disepakati dalam Rencana Kerja IAPSCP

Jakarta, 30 September 2025 – Dalam dokumen Workplan IAPSCP yang baru saja ditandatangani, Polri dan Australian Federal Police (AFP) menuangkan sepuluh poin implementasi strategis untuk menangani tindak pidana penyelundupan manusia. Kesepakatan ini dirumuskan setelah melalui dialog panjang kedua institusi, dan akhirnya disepakati pada 24 September 2025.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, sepuluh poin tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari pendirian infrastruktur, pengembangan kapasitas, hingga dukungan operasional di lapangan. Salah satu poin utama adalah pendirian Kantor Pendukung IAPSCP di Pusat Pelatihan Misi Internasional (IMTC) Serpong. Kantor ini akan berfungsi sebagai pusat data, pusat manajemen program, serta tempat penilaian pendanaan.

Selain itu, program pengembangan kapasitas juga menjadi fokus utama. Polri dan AFP sepakat untuk mengadakan berbagai pelatihan teknis yang menargetkan ratusan personel. Di antaranya adalah pelatihan Cellebrite regional, workshop investigasi untuk 200 personel, serta workshop intelijen selama satu minggu. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan personel di daerah dalam hal investigasi, legislasi, dan penggunaan teknologi forensik.

Tak hanya itu, dukungan operasional juga diperkuat melalui penyediaan alat-alat canggih seperti perangkat forensik digital, laptop, printer, kamera, drone, hingga perangkat pelacak GPS. Jika diperlukan dan disepakati kedua belah pihak, AFP juga akan berkontribusi pada pendanaan untuk Polisi Air dan Patroli Udara.

ependekar.com@gmail.com

Author ependekar.com@gmail.com

More posts by ependekar.com@gmail.com

Leave a Reply